Selasa, 15 Desember 2009

Circle of Life


Eric Supijan Arimurti, nama papi saya.

Dari kehidupan yang dia alami, saya merasa bahwa benar kakek mempengaruhi ayah, ayah mempengaruhi anak, anak ke cucu...

Aki (Kakek) saya suka banyak hal. Minatnya beragam. Koleksi bukunya (kebanyakan bahasa Belanda) menjelaskan banyak minatnya tersebut. Latar belakangnya tehnik sipil yang kerja di Departemen PU, tapi isi lemari bukunya ada psikologi, fotografi, ramalan, sejarah, travelling pendidikan, science, politik..

Kenapa larinya ke buku? Karena anaknya banyak : 10. Dan karena gaya hidupnya jujur, mana bisa ngongkosi minatnya. Uang saku tambahan di dapat, dengan menulis artikel di majalah-majalah tempo dulu.

Ini menurun ke hampir semua anaknya. Mereka juga punya minat beragam, yang tergambar di koleksi buku-bukunya.

Termasuk papi saya. Isi lemarinya selain psikologi, fotografi, ramalan, sejarah, travelling, pendidikan, science, politik, ditambah dengan marketing, hukum, sastra, biografi, budidaya tanaman, seni, olahraga. Bayangkan, papi punya buku cara bermain tenis, volley, basket, dan sepakbola yang benar. Padahal seumur-umur jarang saya lihat papi berolahraga karena harus dinas kantor melulu.

Akhirnya mami dan kami anak-anaknya otomatis ngikuti. Ditambahlah koleksi buku agama, resep, wayang, kedokteran, filsafat, internet (dari mulai buku komputer jadul seperti wordstar dan lotus, sampai cara nge facebook), mitologi, novel dari yang ringan sampai berat, komik-komik, astronomi, kesehatan, pendidikan anak, macam-macam deh.

Setelah 2 anak saya lahir, koleksi nambah lagi. Karena mereka punya minat yang beda : laut, binatang dan dinosaurus. Tapi, ya Alloh, mereka juga suka astronomi. Ini pasti dari saya.

Mereka juga sudah bisa menandai tanggal gajian saya. Waktu ke toko buku, Mama...

Bila ada waktu dan sedikit lebih uang, koleksi buku tersebut kami hadirkan wujud nyatanya. Misalnya papi yang akhirnya punya kamera serius untuk melengkapi koleksi buku fotografinya. Saya yang punya teleskop untuk lihat bulan. Daffa - anakku - yang maksa terus ke museum geologi Bandung karena sudah tau disana ada kerangka t-rex.

Lumayanlah, saya jadi tidak repot mengajari anak-anak membaca. Karena melihat kegiatan membaca setiap hari di rumah (minimal koran dan majalah), dan selalu rutin melihat buku-buku asyik di toko buku. Akhirnya mereka penasaran berusaha baca sendiri.
Circle of life ternyata beneran ada, ya..







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar